27 May 2025
Oleh Admin SMA QSBS

Menanam Budaya, Menuai Teknologi: Semarak Gelar Karya P5 SMA QSBS 2025

Menanam Budaya, Menuai Teknologi: Semarak Gelar Karya P5 SMA QSBS 2025
"

“Dalam warisan budaya tersimpan kebijaksanaan, dalam teknologi tersimpan daya cipta dan perubahan.”
– Melva Azizah Davasha, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia dan Koordinator P5 SMA QSBS

SMA Quranic Science Boarding School (QSBS) Al-Kautsar 561 kembali menghadirkan semangat inovasi dan pelestarian budaya melalui kegiatan Gelar Karya 2025. Acara ini merupakan puncak dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan digelar selama dua hari, pada tanggal 16–17 Mei 2025 di Aula Al-Qudus, lingkungan Al-Kautsar 561.

Dengan mengusung tema "Jejak Budaya, Langkah Inovasi: Kearifan Lokal dan Rekayasa Teknologi untuk Masa Depan Berkelanjutan," kegiatan ini mengajak peserta didik untuk menelusuri kekayaan budaya lokal sekaligus mengembangkan kreativitas melalui teknologi yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Sebanyak 113 siswa dari kelas X dan XI turut ambil bagian sebagai peserta aktif. Kelas XI mempresentasikan hasil riset sosial mereka yang telah disusun dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI) berdasarkan studi lapangan di kawasan wisata religi Pamijahan. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari sejarah dan ekonomi, hingga tata ruang wilayah dan frekuensi kunjungan wisatawan.

Kegiatan dibuka secara resmi pada hari Jumat oleh Bapak Slamet Santoso, Wakil Ketua Yayasan Al-Kautsar 561, yang memberikan sambutan inspiratif bagi para siswa. Setelah itu, dilakukan penilaian produk rekayasa teknologi oleh para guru. Hari Sabtu diisi dengan presentasi riset dari kelas XI serta kegiatan bazar oleh siswa kelas X. Orang tua siswa turut diundang untuk menyaksikan langsung hasil karya putra-putri mereka.

Sementara itu, siswa kelas X menampilkan produk rekayasa teknologi hasil karya kelompok mereka. Dalam bentuk stand pameran, mereka memperlihatkan berbagai produk inovatif, seperti alat pendeteksi hujan, alat pengangkut sampah, hingga tas dan dompet yang dibuat dari bahan alternatif seperti nata de coco.

Melva Azizah Davasha, S.Pd., selaku Koordinator P5, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga media penguatan karakter siswa sebagai Pelajar Pancasila. "Melalui kegiatan ini, kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas siswa benar-benar diasah," ujarnya.

Gelar Karya 2025 menegaskan pentingnya menjunjung nilai-nilai lokal dan budaya sebagai fondasi identitas bangsa, sekaligus mengembangkan inovasi sebagai jembatan menuju masa depan. SMA QSBS membuktikan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan teknologi dapat berjalan berdampingan demi masa depan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

 

"
Dibagikan di:

Komentar (0)

Belum ada komentar untuk berita ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Komentari Berita Ini

* Wajib diisi