Bangun Karakter Santri Mandiri dan Disiplin Sejak Awal Masuk Sekolah
SMP dan SMA Quranic Science Boarding School (QSBS) kembali menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun ajaran 2025. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai pada Senin hingga Kamis, dengan melibatkan 170 santri baru dari tingkat SMP dan SMA.


Ketua pelaksana kegiatan, Ulfah Khoerun Nisa, S.Pd., menjelaskan bahwa MPLS tahun ini mengusung tema "Membentuk Santri Mandiri dan Berakhlak: Mewujudkan Generasi Pemimpin Masa Depan". Tema ini mencerminkan komitmen QSBS dalam membangun karakter santri yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga siap menjadi pemimpin yang berintegritas dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Harapannya, semoga dengan adanya MPLS ini bisa menjadi bekal bagi seluruh santri SMP dan SMA QSBS untuk mempersiapkan diri di pesantren agar bisa survive, mengenal lingkungan sekolah, mengenal diri sendiri dalam mengembangkan potensi diri sehingga dapat menjadi santri yang berakhlak dan menjadi pemimpin yang baik di masa yang akan datang,” ujar Ulfah.
Kegiatan MPLS dibagi dalam dua segmen besar. Hari pertama dan kedua berfokus pada pengenalan lingkungan pesantren, termasuk pembiasaan program 40 hari awal serta nilai-nilai dasar kehidupan santri. Bertempat di Aula Lt. 3 Al-Quddus, sesi ini dilaksanakan secara gabungan antara santri SMP dan SMA.
Sementara itu, hari ketiga dan keempat dikhususkan untuk pengenalan dunia sekolah di masing-masing jenjang. Kegiatan SMP tetap bertempat di Aula Al-Quddus, sementara jenjang SMA berpindah ke masjid untuk menyesuaikan kebutuhan pengenalan programnya.




Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kurikulum, budaya belajar, organisasi siswa (OSIS dan Al-Aqsho), serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat. Para pemateri berasal dari internal QSBS, yaitu kepala kepengasuhan, koordinator program, mudir QSBS, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan koordinator ekstrakurikuler. Seluruh kegiatan dikemas dengan pendekatan mindful, meaningful, dan joyful, sesuai dengan visi QSBS dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan merdeka. Antusiasme para peserta pun sangat tinggi; mereka aktif bertanya, menyimak materi dengan serius, dan mulai membangun interaksi yang sehat satu sama lain.
Setelah MPLS berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Kesamaptaan (LDKK) yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2025, bertempat di Aula Al-Quddus dan Lapangan Al-Kautsar 561. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri baru (170 peserta) tanpa mengusung tema khusus, namun fokus utama pelatihan adalah untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Asep Darul Padli, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP QSBS.


“Melihat fenomena siswa yang belum bisa disiplin dan menaati tata tertib yang berlaku di sekolah dan pesantren, maka pelatihan ini sangat penting. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan menanamkan sikap disiplin. Sesuatu yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan membentuk karakter,” ujarnya.
Materi dalam LDKK mencakup baris-berbaris, teknis pelaksanaan apel pagi, pelatihan kepemimpinan, dan pelatihan kedisiplinan. Seluruh sesi dipandu langsung oleh pelatih dari Brigif Raider 13 Galuh Tasikmalaya, yang menghadirkan suasana pelatihan militer ringan namun tetap edukatif dan membangun karakter.
“Untuk membentuk jiwa leadership siswa dan tanggung jawab, pelatihan seperti ini sangatlah dibutuhkan oleh siswa, terutama siswa baru. Latar belakang dan lingkungan yang berbeda menjadikan karakteristik setiap siswa berbeda pula. Maka dengan adanya penyamaan konsep tanggung jawab, leadership, dan kedisiplinan melalui pelatihan dasar kepemimpinan dan kesamaptaan bisa menjadi wadah bagi siswa untuk beradaptasi dengan aturan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Asep.






Rangkaian kegiatan MPLS dan LDKK menjadi pondasi awal yang kokoh bagi santri baru QSBS. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah dan pesantren, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter kuat seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan mereka di QSBS dan masa depan mereka sebagai calon pemimpin umat yang hafidz, cerdas, dan berdaya saing global.
Komentar (0)
Komentari Berita Ini
Baca Berita Lainnya
Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur: Gelar Karya Kelas XI QSBS Siapkan Generasi Industri 5.0
Santri QSBS Ini Berhasil Menuntaskan Hafalan 30 Juz di Bulan Ramadhan
Program Unggulan Ramadhan: 500 Santri Al-Kautsar 561 Ikuti Dauroh Tahfizh Intensif
Merajut Ukhuwah, Menguatkan Iman di Bulan Penuh Berkah
Sepekan Bersama Bahasa Arab: Daurah Bahasa Arab QSBS Latih Siswa Menjadi Fasih dan Percaya Diri
Peringatan Hari Guru Nasional 2025: “Guru Hebat, Indonesia Kuat”
Campus Tour 2025: Menapaki Dunia Kampus, Menyongsong Masa Depan
Sejarah Masjid Agung Manonjaya
Mengasah Keterampilan, Menyemai Kecintaan pada Bahasa Arab
Belum ada komentar untuk berita ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!